Bantuan Makanan Sehat Untuk Panti Asuhan di Surabaya

Bantuan Makanan Sehat Untuk Panti Asuhan di Surabaya gambar

Panti Asuhan menjadi salah satu lembaga yang paling merasakan dampak dari pandemic Covid-19, apalagi jika jumlah anak yang mereka asuh besar dan bervariasi usianya. Kebijakan belajar dari rumah yang ditrapkan oleh Kementrian Pendidikan mulai awal Maret tentu menjadi problem tersendiri bagi para pengurus panti.

Dan problem tersebut semakin kompleks dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku di Surabaya Raya sejak 28 April hingga 11 Mei 2020. Para pengurus panti pun harus memikirkan kesehatan anak asuh mereka dan juga kebersihan dan kelayakan panti. Semua hal tersebut harus dipikirkan secara bersama dan solusi secepatnya.

Untuk itulah, salah satu tim Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) dari Universitas Negeri Surabaya berinisiatif mengadakan program bantuan untuk Panti Asuhan di Surabaya. Program tersebut berupa edukasi dan pendampingan pengolahan bahan pangan sehat dan lezat untuk keluarga.

Program yang dikemas dalam bentuk pelatihan langsung ini berlangsung selama bulan April. Tim Unesa yang diketuai oleh Dr. Sifak Indana, M.Pd memberikan pengetahuan seputar bahan makanan dan Teknik pengolahan yang mampu memaksimalkan kandungan nutrisi dalam setiap bahan yang diolah. Nutrisi inilah yang berperan besar untuk meningkatkan imunitas tubuh para anak asuh panti dan juga pengelolanya.

Pada tahap pertama, tim Unesa menggandeng Panti Asuhan Yatim Piatu AL-Mukmin, Lidah Kulon Surabaya. Mereka melatih para pengelola panti selama dua minggu penuh agar mereka terampil mengolah dan mengetahui kandungan gizi dan vitamin berbagai bahan makanan. Pada akhir program, tak lupa Unesa juga memberikan bantuan materiil kepada pengurus panti asuhan.

H. Abdus Shomad Suryanto, salah satu pengurus panti asuhan yang menjadi peserta pelatihan merasakan program tersebut bermanfaat karena memberi pengetahuan baru perihal makanan dan imunitas tubuh. Mereka pun akan lebih memperhatikan asupan gizi anak-anak yatim piatu asuhan mereka selama masa pandemic. Suryanto juga berharap tak hanya panti asuhan Al-Mukmin saja yang nantikan akan dilatih, tetapi juga panti asuhan-panti asuhan lain di Surabaya. Sebab, apa yang disampaikan dalam pelatihan adalah ilmu baru yang harus dikuasai para pengelola panti. Mereka tidak ingin Covid-19 menembus tembok panti asuhan dan menyerang salah satu penghuninya. Sebab, jika itu terjadi maka panti asuhan akan menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

Foto-foto Kegiatan :

Stiker Produk PKM bahan makanan pokok
Box yang berisi bahan makanan pokok
Ketua Tim PKM menyerahkan 200 Paket Sembako ke UCC
Pelepasan paket sembako oleh LPPM dan UCC untuk diberikan ke anak yatim piatu yang terdampak Covid-19
Pemberian Paket Sembako kepada Panti Asuhan Al Mu’min yang terdampak Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.